sampai kapan ia akan terus memburuku yang membawa pergi cinta.
Minggu, 16 Maret 2014
Maret
sampai kapan ia akan terus memburuku yang membawa pergi cinta.
Sabtu, 15 Maret 2014
Pukul empat sore
Sabtu, 08 Maret 2014
Aku telah memilihmu
Minggu, 02 Maret 2014
Kita baru memulai
Bukankah seharusnya kita biasa saja. Tetap menghirup udara yang sama, tetap berjalan dibawah langit yang sama, meski tak lagi saling menggandeng, meski tak lagi saling bercerita soal hati. Tapi kita masih bisa saling berbagi banyak hal. Kenapa kau memilih untuk tidak memilihku, misalnya. Kenapa akhirnya kau berniat menjauh? Kenapa akhirnya kau mengira aku lelaki yang tak serius.
menjauhiku. Kenapa kau malah ingin menanggalkan apa-apa yang baru saja tersemat di dadaku. Aku sudah berniat memastikan hati, dan seharusnya kau tak membiarkannya mati membusuk setelah kau pergi.
Sabtu, 22 Februari 2014
Sewajarnya
Sabtu, 08 Februari 2014
Tak usah tergesa-gesa
Sabtu, 01 Februari 2014
Mencintaimu saja
Aku hanya ingin menumpangkan rindu didadamu. Bukan untuk memaksamu memilikinya. Aku hanya ingin menumpang harap di pelukmu. Bukan untuk memaksamu mewujudkannya.
Aku hanya ingin mencintaimu, tanpa pernah memaksamu untuk kembali membalas cinta.
Aku hanya ingin melakukan hal-hal yang tak membuat hatiku menyesal nanti bila aku tak melakukannya.
Kelak. Jika doa-doaku tak pernah dikabulkan Tuhan untuk bersamamu. Aku tak akan pernah menyesal telah memanjatkanya dalam pagi-pagiku yang dingin. Dalam malam-malamku yang
ingin. Dalam rindu-rindu yang lupa, tanpa pernah merasakan peluk yang pasti.
Karena bagiku. Mencintaimu saja adalah hal istimewa. Mencintaimu saja adalah hal yang tak akan pernah mampu dibeli dengan apapun. Oleh apapun. Karena hanya aku yang bisa mencintaimu seperti ini. Seperti puisi ini.
Dengan mencintaimu saja aku sudah bahagia. Apajika bisa memiliki dan berbagi hati denganmu.
C.Rahman (@caulrahmann)